Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Iwan Fals Masih Muda

Gambar
Nama Iwan Fals, kita kenal sebagai pengamen yang terkenal. Walau ia hidup di antara keluarganya yang lebih dari mampu, Iwan tidak segan-segannya ngamen ke kaki lima atau ke pasar kaget di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lagu-lagunya. sempat ia kasetkan dan ternyata banyak juga penggemarnya. Ketika ia cukup dikenal, fama nggak menampakkan diri. Apakah ia malu karena sudah terkenal? "Ah, nggak. Saya tetap saja ngamen di pasar kaget hampir tiap malam," ujarnya merendah. Pada suatu hari, Iwan jalan-jalan ke Taman Ismail Marzuki. la ketemu dengan seorang cewek. Dengan basa-basi, la ajak cewek itu untuk ikut ngamen. "E, thadalah. Cewek itu kok mau-maunya saya ajak. Akhirnya saya putuskan, 'ayo, kawin'. Dan dia mau kawin sama saya, maksudnya nikah dengan saya di depan penghulu di kota Cianjur," tuturnya. Siapa nama isterinya itu? "Pokoknya. "bojoku'!" seru Iwan mengenai teman hidupnya itu. Apa isterinya juga diajak ngamen? "O. ya. K...

Iwan Fals, Konser dan Menangis

Gambar
Acara (15) KONSER DAN MENANGIS Yang paling kecewa tentulah Iwan Fals. Hiburannya cuma gitar. Perlahan ia mengambil gitar dan mulai menyanyi. Penuh perasaan. Nyanyian yang tanpa dikomandoi diikuti semua yang ada di ruang itu. Juga penuh perasaan. Pada akhirnya, emosi yang menggumpal di dada pun tak tertahankan lagi. Iwan Fals menangis. Semua menangis. (Hai, 28 Maret-3 April 1989) Kegagalan tur 100 kota mencipta tangisan. Rencana bersejarah ingin dibuktikan tapi gagal. Iwan Fals tak bisa berada di panggung memberi lagu untuk ribuan atau jutaan orang. Masalah besar melanda! Di majalah Hai, kita membaca: “Spanduk diturunkan, posternya dirobek. Inilah anti klimaks deretan sukses Iwan Fals. Ia mau berhenti main musik?” Kalimat terakhir berlebihan. Iwan Fals terus bermusik sampai sekarang, setelah menumpahkan segala marah, kecewa, tangisan, dan pengharapan. Ia terus tercatat dalam sejarah dan perkembangan musik. Kuping-kuping masih mendengar ratusan lagu gubahan Iwan Fals. Sosok tak mengenal ...

Kabinet Baru Dewa 19

Gambar
  Dari album dan manggung aja, Dewa19 bisa ngumpulin sekitar 1,5 milyar perak. Tapi sederet kemelut masih membalut. Padahal bakal merilis dua album baru.   Akhirnya, Ari dan Erwin bisa kehilangan "kursi" di formasi Dewa 19. Biar masih diperhitungan sementara nasib vokalis dan pembentot bass ini udah jelas. Bisa dikeluarkan dari DPR, eh kelompok yang membesarkan mereka sejak awal 90-an.   Begitulah. Menyusul Dhani mengumumkan kepada Hai susunan "kabinet baru" Dewa 19. Dua pekan lalu.   Sebagian kita mungkin udah tau. posisi drummer yang sempat dipegang bimo. Kini diisi oleh Tyo Nugros. Sementara ini yang paling kruasi posisi vokal dipegang Once alias Elfonda Mekel.   Lha gimana dengan posisi pemain bass? Di sini serunya. Ternyata belon ada. pengganti Erwin masih dicari. Kalo belon dapet juga. Untuk sementara Dewa19 rasanya bakal mengandalkan pemain tambahan (additional player).   Iyalah. Karena kelompok ini musti nguber setoran.   Pertama, mereka harus ...

Pengumuman Calon Ketua Dewan Pertimbangan Ormas Oi periode 2021-2025

Gambar
Salam Oi, Sebagaimana telah diatur dalam proses penjaringan bakal calon Ketua Dewan Pertimbangan Ormas Oi periode 2021-2025 oleh Badan Pekerja MUNAS Oi VII 2021. Panitia Pelaksana bersama Badan Pekerja MUNAS Oi VII 2021 telah melakukan beberapa tahapan penjaringan bakal calon dari penerimaan pendaftaran bakal calon, proses verifikasi sampai dengan mengeluarkan surat keputusan No. 004/PP-MUNASOiVII/2021 tentang penetapan calon Ketua Dewan Pertimbangan Ormas Oi periode 2021-2025. Mengacu pada surat keputusan tersebut, kedua calon yang telah mendaftar dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon tetap Ketua Ketua Dewan Pertimbangan Ormas Oi 2021-2025 dengan nomor urut calon sebagai berikut : Calon No. urut 01 Calon Ketua Dewan Pertimbangan Ormas Oi :   Rosana Listanto (NPK.  12220099000002) Calon No. urut 02 Calon Ketua Dewan Pertimbangan Ormas Oi : Mansur Makmur  (NPK.  15250104002818) Demikian pengumuman ini kami sampaikan, untuk selanjutnya kedua calon tetap tersebu...

Pengumuman Calon Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Ormas Oi periode 2021-2025

Gambar
Salam Oi... Sebagaimana telah diatur dalam proses penjaringan bakal calon Ketua umum dan Sekretaris Jendral BPP Ormas Oi periode 2021-2025 oleh Badan Pekerja MUNAS Oi VII 2021. Panitia Pelaksana bersama Badan Pekerja MUNAS Oi VII 2021 telah melakukan beberapa tahapan penjaringan bakal calon dari penerimaan pendaftaran bakal calon, proses verifikasi sampai dengan mengeluarkan surat keputusan No. 003/PP-MUNASOiVII/2021 tentang penetapan pasangan calon Ketua Umum dan Sekretaris Jendral BPP Ormas Oi periode 2021-2025. Mengacu pada surat keputusan tersebut, kedua pasangan calon yang telah mendaftar dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon tetap Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Ormas Oi periode 2021-2025 dengan nomor urut pasangan calon sebagai berikut : Pasangan Calon No. Urut  01. Calon Ketua Umum : Syaiful Ramadlan (NPK.  11061099001786) Calon Sekjend: Sudik Purnomo (NPK. 11060799001734) Pasangan Calon No. Urut 02 Calon Ketua Umum: Ainul Hidayat  (NPK.  12040105007590)...

Slank Lahir Karena Rolling Stone

Gambar
Sejak memasuki Perry Lake Stadium, Bingky hampir nggak beranjak dari tempat duduknya. "Gue nggak mau kehilangan momen sedetik pun. Gile, idola gue bakal nongol sebentar lagi," katanya. "Duh panggung ..." Pay pertama jatuh cinta pada Rolling Stones sejak menyaksikan video Still Life '82 di rumah tetangganya. Saat masih SD, dulu. Sejak itulah konon ia terobsesi untuk menjadi pemusik. Ihwal Bongky, nggak beda jauh. Keduanya mengaku bahwa keterlibatannya di dunia musik dikarenakan tergila-gila Rolling Stones. Dan pengaruh itu terasa pada karyanya sampai sekarang. Personel Slank rata-rata memang penggemar maniak Rolling Stones. Sebelum mendirikan Slank, Bimbim dan Welly (saudaranya) malah pernah bikin Cikini Stones Complex, grup yang khusus membawakan lagu Rolling Stones. Kalo selama pertunjukan Pay berusaha menganalisa permainan Keith Richard dan Ron Wood, Bimbim, Bongky dan Kaka justru memilih tekun menyimak. Apa komentar mereka? "Kita nggak mau manggung lagi,...

Orang Pinggiran, Ian Antono, Franky Sahilatua, dan Iwan Fals

Gambar
Setelah sukses dengan project lagu single Terminal, trio ini kembali bekerjasama mengerjakan lagu dengan judul Orang Pinggiran, lirik dan melodi dasar dibuat oleh Franky Sahilatua bersama Iwan Fals, kemudian ditangan Ian Antono lirik dan melodi dasar itu segera di ramu untuk di jadikan sebuah komposisi musik. Lagu ini sendiri dinyanyikan secara duet oleh mereka berdua. Tidak seperti lagu Terminal dimana Iwan Fals hanya sebagai vocal tamu saja, disini porsi mereka dibagi sama rata dan saling melengkapi. Seperti yang di katakan Ian Antono dalam prakata di album ini: ''..tantangannya adalah bagaimana menyeimbangkan vocal Franky yang manis dan Iwan yang punya vokal tebal dan keras''. Hasilnya memang sangat menggembirakan, album ini di terima dan di tanggapi positif oleh penggemar. Lagunya sendiri bercerita tentang kehidupan orang pinggiran yang nasibnya selalu terpinggirkan diantara riuhnya kota, mereka ada dimana saja setiap sudut kota, ada yang berada di trotoar jalan, di...

Di Balik Lagu Dewa 19 Aspirasi Putih

Gambar
Lagu ini awalnya diciptakan sudah sejak era album Terbaik Terbaik. Judul aslinya adalah Golongan Putih dan sudah direkam dengan gebukan drum dari Rere (additional drummer Dewa 19 untuk album kedua dan ketiga. Rere adalah Drummer Grass Rock). Namun, karena liriknya terlalu kritik dan saat itu masih dalam pemerintahan rezim orde baru maka lirik kemudian diubah dan judul lagu ikut berubah. Dari Golongan Putih pun menjadi Aspirasi Putih. Lagu ini ada di album Pandawa Lima (1997) dengan gebukan drum yang ngerock milik Wong Aksan. Lagu ini memamerkan pameran nada-nada tegas yang kaya dengan idiom rock. Di lagu ini, Dhani bernyanyi sekaligus ngerap. Lagu ini adalah lagu kedua Dewa 19 menyuarakan pendapatnya mengenai Politik. Sebelumnya, Dewa 19 memiliki lagu Liberty (Musik & Lirik oleh Dhani) yang disambungkan menjadi satu lagu sebagai Sembilan Hari & Liberty yang ada di album Format Masa Depan. Sumber : Darul Fikri

Dewa, Ngga Takut Keberatan Nama

Gambar
DEWA : NGGAK TAKUT KEBERATAN NAMA Dari Surabaya mereka menawarkan rock yang maunya "lain". Sejak dari bangku SMP, para personilnya sudah asyik nge-band. Apa arti angka "19" pada debut album mereka? Dewa boleh baru berkibar lewat album 19. Tapi sesungguhnya nama "Dewa" sebagai grup bukanlah baru ditegakkan. Paling tidak itulah yang dirasakan para personilnya yang : Dhani (keyboards), Erwin (bass), Wawan (drum), Andra (gitar), dan Ari (vokal). Gimana nggak, nama itu telah dipakai Dhani dan teman-temannya itu semasa mereka masih duduk di bangku SMPN 6 Surabaya. "Kami dulu satu SMP, kecuali Ari. Dan kenapa nama Dewa itu kami pakai, yah udah agak lupa sih kenapanya. Tapi kalo nggak salah, nama itu gabungan dari inisial nama kami masing-masing. Makanya kami nggak pernah merasa nama itu keberatan," kenang Dhani yang kerap jadi juru bicara grup ini. Layaknya masih duduk di bangku SMP, mereka nge-band cuma sekadar coba-coba. Alias belum berfikir untuk men...

Slank, Reformasi Kepepet

Gambar
SLANK Reformasi Kepepet   Kata mereka, Indonesia perlu punya Menteri senian. Karena musisi kita masih merasa dianaktirikan? Apa pula komentarnya tentang profesionalisme? Inilah sosok Slank hari ini.   Slank terus berusaha bikin pembaruan. Bukan cuma penampilannya yang kini lebih genjreng, kostum warna-warni cerah dengan motif bunga-bunga yang membuatnya lebih segar. Tapi juga memasang dua gitaris sekaligus : Ridho Hafiedz dan Abdee Negara, menggantikan Reynold yang belum lama mengundurkan diri.  Mochamad Ridwan Hafiedz lahir di Ambon, 3 September 1973, pada tahun 1995 pernah membentuk Last Few Minutes (LFM) dan bantuin album Bumi-nya Nugie. Sedang Abdee Negara adalah kelahiran Donggala, 28 Juni 1969. Mereka direkrut hanya beberapa hari sebelum Slank memenuhi undangan show di Bandung. Rada mepet, memang.  Masuknya dua personel baru ini semakin menguatkan citra Slank sebagai terminalnya musik cadas. Sekarang grup tersebut memasuki formasi ke-16. Paling tidak, begitulah...

Edane Is Back

Gambar
EDANE IS BACK  Mereka tampil lebih matang. Tetap liar. Tetap enerjik. Tapi Heri Batara, pengganti Ekky Lamoh, ternyata disiapkan ketika Ekky masih menjadi anggota Lho?   Teka-teki calon pengganti Ekky Lamoh, vokalis Edane yang cabut beberapa waktu lalu, akhirnya terjawab dengan meluncurnya album Si Jabrik (Big Town). Dia adalah Heri Batara, pendatang baru di panggung rock Indonesia.   Penggantian personel barang kali lumrah untuk sebuah kelompok musik. Yang mengagetkan, si Ucok - begitu panggilan akrab Heri Batara, ternyata telah "disiapkan" pada saat Edane menyiapkan diri untuk mendampingi konser Sepultura di Lebak Bulus. Tepatnya, mereka mulai berlatih di studio A System. Bahkan ketika Ekky tak hadir untuk gladi resik, konon perlu beristirahat untuk menjadi kondisi si suara, Ucoklah yang menggantikan tugasnya. Tentu saat tak banyak yang menyadari ketika dirinya, termasuk Ekky sendiri. Ia memang sengaja tak digembar-gemborkan.   Namun ada kesepakatan antara Eet Syac...

Sucker Head Lahir Dari Korek Api

Gambar
SUCKER HEAD LAHIR DARI KOREK API Lewat debut albumnya mereka mengetengahkan thrash, justru di saat musik ini mulai surut. Tapi tekadnya sudah bulat tuh.  Pernah tahu korek api dengan bungkus warna kuning Jongko Pings Vulkan Swedia? Di situ tergambar empat keping mata logam, bertuliskan Sakerthets Tandsticktor warna dengan tinta hitam? Nah, tulisan Sakerhets ini rupanya bikin menarik perhatian tiga anak muda: Krisna, Nano, dan Irvan.  "Kayaknya enak dibaca. Kalo diInggriskan kira-kira jadi Sucker Head," papar Krisna, waktu main ke HAI bareng teman-temannya.  Keisengan ini akhirnya malah makin memantapkan nama itu hingga kini. Sejak semula ketiganya memang sudah mengikrarkan diri bakal mengusung musik keras. Lantas thrash jadi pilihan. Tak ayal mereka lantas kerap mencomot lambang-lambang milik Sepultura, Slayer, Kreator, dan Exodus.  Sayang, usia Sucker nggak bertahan lama. Belakangan Irvan berkibar di bawah bendera Rotor bareng Jody Gondokusumo (mantan suami Ayu Azha...

Fakta Tentang Lagu "Aku Milikmu" Dewa

Gambar
01) Andra : Hampir semua lagu DEWA tercipta dari rif-rif gitar yang kemudian diaransemen ulang menjadi sebuah komposisi. Begitu juga dengan Aku Milikmu di album kedua. Karena masih baru,aku nggak berani bikin yang aneh-aneh,hanya berusaha meneruskan pola yang sudah ada di album pertama. Lagu ini dibuat berdasarkan selera pasar. Komposisinya masih bisa dikatakan mengikuti pola dan standar yang ada,meski nggak bisa dibilang minimalis. 02) Ari : Ceritanya tentang cowok yang berusaha meyakinkan pacarnya. Kebetulan waktu itu aku sedang punya perasaan yang sama. Kerangkanya sudah dibuat Dhani, aku tinggal nerusin aja. Ini pengalamanku sendiri yang aku sarikan lewat kata-kata. Video Klip Aku Milikmu dirilis pada bulan Maret 1994 dan diproduksi Studio 41. Video klip ini disutradarai Danton Sihombing. Image Dewa 19 di video klip Aku Milikmu terlihat elegan dengan memakai jas. Danton sendiri sebagai sutradara sempat bersitegang dengan Dhani saat menggarap video klip ini,penyebabnya karena perb...

Menjilat Matahari God Bless "Tour Kembali 1997"

Gambar
MENJILAT MATAHARI GOD BLESS “Tour Kembali 1997” 24 Tahun bukan suatu perjalanan yang singkat. Apalagi kala itu adalah perjalanan sebuah grup musik cadas di negeri ini bernama GOD BLESS. Awal tahun 70-an, beberapa anak muda mencoba mengibarkan kejayaan musik rock yang sedang melanda di dunia tanah air. Pada awalnya, musisi mancanegara menjadi acuan. Namun keinginan untuk menghasilkan karya sendiri lebih kuat, maka lahirlah karya mereka yang melegenda hingga kini macam Panggung Sandiwara, Balada Sejuta Wajah, Huma Di Atas Bukit, dan Semut Hitam. Nama-nama seperti Achmad Albar, Joki Surjoprajogo, Donny Fatah, Ian Antono, dan Teddy Sujaya, dengan mantap menjadi jaminan di kancah musik rock tanah air. Walau banyak kelompok musik bermunculan, namun God Bless mencuat menjadi salah satu yang terbaik dan terawet hingga kini. Ada satu catatan tersendiri kalau kita mencermati God Bless sepanjang karir mereka yang nyaris seperempat abad itu, lahir album dengan ciri tersendiri dan menjadi saksi sej...

Edane Betul-Betul "Edan"

Gambar
EDANE BETUL - BETUL "EDAN"   Satu lagi grup mencuat di blantika rock di Indonesia. The Beast album perdana mereka betul-betul ‘liar’. Dan permainan kelompok EDANE ini betul-betul 'edan'. Eet Syahrani main betul-betul ‘ganas’. Tapi betul ada bau Van Halen di sana?   “Dengan globalisasi, musisi yang tidak siap mengglobal kan permainannya hanya akan tertindas; jadi santapan empuk musisi-musisi super power.... ”   Sepotong kalimat yang dikutip dari kata pengantar di sampul album perdana EDANE, The Beast itu memang tersimak garang.   Tapi memang terbesit sekilas kebenaran di sana. Kini, lampu merah rasanya sudah menyala di atas kepala para praktisi musik di sini. Serbuan artis musik manca negara tak kepalang dahsyatnya.   Sementara pada sisi sebelah, kondisi ini wajar saja. Globalisasi, antara lain sebab musababnya. Batas antara Timur dan Barat kian tipis saja. Alias tak masanya lagi bicara siapa 'tuan rumah', siapa yang tamu'. Tak ada pilihan lagi untuk hidup ...