FALS MUDA Waktu sekolah dan tinggal di Bandung, Iwan ditemani seorang pembantu. Mbok Kasmiatun namanya. Iwan sering main gitar kala senggang. Suatu kali seorang pengamen mampir, Mbok Kasmiatun melihat. Lalu datang pada Iwan seolah menasehati. "Dia bilang, saya punya gitar mengapa tidak digunakan. Orang lain nyanyi teriak-teriak sembarangan bisa dapat duit,” tutur Iwan mengenang masa itu. Dalam hatinya, iya juga. Mulailah Iwan memberanikan diri. Dia cari tahu dimana ada keramain. Mencari kesempatan tampil di depan orang ramai. Lalu dari kampung ke kampung. Iwan masih ingat, disuatu keramain dia nyanyi pakai toa masjid. Ketika persedian lagunya sudah habis — dari Ampar-ampar pisang sampai lagu dangdut — oleh penonton dia disuruh nyanyi terus. Lalu Iwan pun cari akal. Dia minta dua lembar kertas folio. Penonton disuruhnya menulis apa saja yang ingin dikatakan, baik itu makian atau pujian buat orang-orang di sekitar itu. Dari tulisan itu Iwan membacakanya dalam bentuk berdendang. Ta...
Komentar
Posting Komentar